Jumat, 03 April 2009

Metode Pembayaran Jasa Tukang

Metode..
wah, bakal serius nih postingannya. Eits,,ngga doong. Tetap dikemas dengan bahasa yang asyik dan sesuai dengan judul link, Construction for Dummies, hihihi..

Semalam ayah mengajukan tawaran mengubah metode pembayaran tukang, yang semula dibayar tiap hari sabtu, menjadi borongan per progress. Ini ngajuin ide beginian setelah dapet bisikan gaib mana nih? ternyata dari engkong. Tujuannya sih baek,,bayarannya borongan, jadi si owner ga perlu repot2 tiap hari ngedrop duit, ngedrop rokok, etc etc.

Trus ide ini diteruskan ke pak trisno, someone who helps us to supervise our project. Dia setuju aja, kalo untuk mengurangi kerepotan2 dalam hal ngedrop hal2 tadi.

Laluuu, ide inii diteruskan ke Baba. Tak disangka, baba menolak. intinya yaa, kalo dari awal kontraknya sudah bayaran per minggu, ya konsisten dong. apalagi kinerja tukang ga da masalah. everything is under control laah. Menurut Baba, ide setiap orang tuh ga bisa diterima gitu aja, apalagi ide ini didapat setelah pekerjaan dimulai. ga etis buat tukangnya.

Well,,setelah sebelumnya euforia pengen borongan, akhirnya mengerut lagi dan balik ke pembayaran sabtuan.

Sebetulnya ga masalah sih upah borongan. menurut aku gini yaa, dengan upah borongan:
- owner harus tau nilai projectnya berapa, untuk menentukan besaran upah
- owner harus tau kualitas hasil kerja tukang kaya apa, jadi dengan nilai yang udah disepakati ga ada rasa kecewa setelah asa konstruksi usai
- pekerja bisa aja cuma ngejar progress, kualitas diabaikan. teteup aja owner harus mantau.
- owner harus pinter2 menentukan durasi per progress. apakah proporsinya 35% - 35% - 30% progress. atau ditentukan per item pekerjaan, misalnya, bayaran pertama kalo pondasi udah kelar.
- tukang setidaknya punya biaya operasional pribadi sebelum upah dibayarkan.
- owner ga harus keluar ongkos makann, gorengan, rokok, kopi,,untuk tukang,,karena semua itu sudah dicover oleh asuransi,,eeeh...upahnya.

Yaa,,kira2 begitulah opini haari ini ttg upah borongan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar