Selasa, 05 Mei 2009

Senangnya..

Hari ini pekerjaan pembuatan rangka kayu sudah bisa dimulai. Horee..senangnya :)

Pekerjaan mayor bata diperkirakan selesai hari ini, yaitu pembuatan dinding sofi-sofi di kamar belakang.

Pekerjaan yang sedang berlangsung dan yg akan dikerjakan adalah plesteran dan instalasi listrik.

Hurray!! bisa ngga ya 3 minggu lg kelar?

Jumat, 01 Mei 2009

Demi Progres

Resmi mulai hari, aku nge-hire tukang lagi untuk mempercepat progres pembangunan rumah. Tugas utamanya sih mengerjakan kerjaan paralel (overlapped) tetapi ga kepegang ma tukang aslinya. Misalnya nih,,sekarang2 kan lagi heboh persiapan membuat rangka atap (bhs Betawi: naik kap). Otomatis kan pekerjaan pritilan di bawah ga da yang ngerjain. contohnya meja dapur, ambalan beton di ruang tamu, jalur plumbing, bikin kepalaan plesteran, marking keramik toilet, dan marking jalur konduit (urusan elektrikal)

fee-nya? disamain ma bang kosim, tapi dengan durasi kerja lebih panjang ceunah. semoga tidak mengecewakan yah!

Selasa, 28 April 2009

Beli Kayu Deeh..

Hari ini kayu pesanan sudah datang. Kayu ini akan dipakai untuk rangka kuda-kuda, sistem atap (gording hingga reng), dan rangka plafon.

Berikut rincian kayu yang sudah dibeli:
Balok 8/12 19 btg 0.72 kubik kamper banjar
Balok 6/12 15 btg 0.43 kubik kamper banjar
kaso 5/7 10 btg 0.14 kubik kamper medan
kaso 4/6 62 btg 0.19 kubik kamper medan
reng 3/4 92 btg 0.44 kubik kamper medan

Nah, kenapa ada 2 ukuran balok? balok yang besar untuk struktur kuda-kuda. balok yang kecil untuk gording.

Kalo dua ukuran kaso? kaso yang besar untuk penumpu reng di atap. kaso yang kecil untuk penggantung plafon.

Kayu-kayu ini panjangnya rata-rata 3.9 m. hampir ga ada sih kayu yang murni 4. sama seperti daun pintu yang hampir ga mungkin tebelnya 4 cm. jaman sekarang....

Oya, belinya di PD. Sumber Jaya. Ya ini supplier yang lewat depan site rumah dan langsung nawarin kayu. harganya lebih murah dibanding toko di Daan Mogot. Selama masa itung-itungan volume,, aku sekalian nawar2 gitu deh. lumayan..hemat sekitar 2 jutaan.

What next ya? maksudnya, ekspense apa dalam waktu dekat ini? Kabarnya besi beli lagi tuh, untuk nyambung kolom ke atas, sekalian buat bikin ring balok untuk sandar kuda-kuda, dan juga ring balk sofi-sofi. yah..ditunggu saja beritanya.

Selasa, 21 April 2009

Kira-kira Beginilah Rupanya

Setelah nyoba nyari wangsit sana-sini..gitu deh rupa depan Istana the Maliki's. Any comments?

Senin, 20 April 2009

Didatengin Suppliers

Lahan rumah kami ada di tepat tepi jalan yang dilalui angkot dan kendaraan lainnya. kadang truk juga lewat depan rumah. Pesawat juga, cuma karena di atas, ngga bisa kita brentiin, hehe..

Sebetulnya aku tetap ada rasa khawatir ya, punya rumah tepi jalan gede gini. takut anakku lolos dari pengamatan dan lompat ke jalan. kan sereeem tuh. tapi jarak ruang tamu ke jalan cukup jauh, 10 meter kira-kira.

pas fase konstruksi gini, aku sudah menerima 2 supplier untuk 2 material, yaitu genteng dan kayu. Lumayan..selain tidak perlu repot searching di toko material, harganya lebih murah dari yang ditawarkan di toko.

Genteng misalnya. di supermarket bangunan kan harganya mahhhal banget tuh. masa kami harus menyiapkan 6-7 juta hanya untuk genteng. waduh, gimana dong. nah, karena ada penjual genteng yang lewat depan rumah, kami bisa beli dengan harga 4,4 juta. emang modelnya jauh beda ama yang kanmuri punya, tapi genteng is still genteng kan?

Lalu kayu untuk struktur kuda-kuda, kaso, reng, dan rangka plafon. Dengan harga yang ditawarkan satu toko kayu yang cukup besar di area Daan Mogot. kami harus menyiapkan 9 jutaan. Kyaaaaik...
Nah, dengan datangnya si supplier kayu, kami cukup berhemat 2 jutaan.

Meanwhile, aku lagi butuh keramik nih..ada supplier yang mo lewat ga yaa?? sapa tau dapet harga murah kualitas KW1 hehe..

Window Shopping

Bagian yang paling menyenangkan dalam membangun rumah adalah window shopping. Ga cuma baju-tas-sepatu lho yg bisa di-window shopping-kan. ternyata material bangunan juga bisa. Mau bukti? Pertama, cari referensi dari buku atau majalah desain. Lalu, jalan-jalan ke toko material.

Sekarang sudah ada supermarket one stop shopping untuk kebutuhan membangun rumah. Yang cukup terkenal adalah Mitra 10. ada juga Dunia Bangunan, dan juga Depo Bangunan.

Setelah dicompare sana-sini, untuk beberapa material, lebih murah di Dunia Bangunan. DB juga lebih dekat dengan rumah. Di DB pramuniaganya juga ramah2. Di Mitra 10 pernah dapet pramuniaga yang dari casingnya aja udah judes, dan terbukti pas diminta menerangkan produknya, hehehe...

Untuk display, Mitra 10 emang lebih jago, terutama di bagian finishing lantai. sampe ada wall khusus untuk mix-match atau trial n error nuansa keramik yg kita incer.

Tapi...di DB juga oke vouchernya. kalo belanja >250ribu bisa makan gratis di kantinnya. hihihi..ibu-ibu banget yaa, kalo dah ngomongin soal gratisan.

Selama ini window shopping selalu ga tenang. Pertama, lagi enak-enak ngeliat pull handle, ditelpon suruh balik ke site karena kusen sudah datang. Kedua, datang kemaleman, cuma beli glass block. Oya, glass block harusnya beli di DB, di mitra 10 lebih mahal, hiks....
Ketiga, ga tenang window shopping kalo bawa Azki. selalu rewel minta pulang. beda kalo diajak window shopping di carrefour. pasti anteng.

Rabu, 15 April 2009

This is How We Learn

Jangan percaya 100% terhadap rekomendasi orang mengenai sesuatu. Contohnya ya kami ini, dalam hal membangun rumah. Ngobrol sana-sini, didapatlah satu nama tukang yang legendaris karena sejumlah karyanya sudah terukir di bumi Jurumudi ini.

Pas nego fee, dijawabnya mengambang, macam gini nih. “Ya standar aja. Semua orang juga tau”. And what happened next? Di minggu ke-3 tukang yang legendaris ini minta tambahan fee. Mengesalkan.

Pas pelaksanaan, suka ngeyel dan menganggap proyek rumah kami just the same dengan proyek dia sebelumnya. Eits..our house should be a landmark, hehe…

Jadi tuh ya, as I was told oleh Pak Trisno yg secara tidak resmi kami rekrut sebagai supervisor, si tukang ini biasa mengerjakan rumah tidak dengan gambar teknik atau perencanaan. Lha terus gimana cara dia menorehkan sejarah di dunia pertukangan?

Biasanya yang punya proyek akan memberikan data luasan lahan, misalnya A x B m2. Lalu nego upah borongan. Metode pembayaran model gini cukup merakyat di sini. Karena si owner tinggal nyante aja nungguin rumahnya kelar dibangun.

Nah cara gini yang aku ga suka. Gimana dengan kualitas bangunanku ntar? Jangan2 ga bagus karna si tukang ngebut kejar progress. Menurut aku justru ngga bagus metode gini, kontrak lump sum tapi ditinggal tanpa pengawasan maximal.

Perbedaan visi desain juga bisa jadi masalah. Misalnya pas kemaren pesen pintu. Aku pengen pintu utama itu single door, dengan desain minimalis (daun pintunya diberi hiasan tali air, warna coklat gelap, trus ntar handlenya warna brass). Nah tukangnya bilang, nggak bagus itu, jadiin dua daun. Nah,,ini juga karena di daerah sini ga ada rumah baru yang terbangun dengan single door sebagai pintu utama. Yang ada justru double door, handlenya mewah dengan warna kuning, dan di teras ada 2 pilar. Aku dan ayah Azki sepakat, desain model begini is a BIG No, hehe..

Mengenai upah. Beberapa hari setelah mulai fase konstruksi, beberapa orang meributkan metode pembayaran. Kenapa harian? Kenapa ga borongan? Setelah hampir terjebak pada pengaruh kanan-kiri, akhirnya kami sepakat untuk tidak mem-follow up segala input yang bersifat merecoki segala konsep, baik konsep pembayaran, apalagi konsep desain. It’s our house. Let us learn how to build a house. Sapa tau masih ada rumah berikutnya yang akan dibangun??hehe..

Owner vs Tukang

Whew..brapa hari nih ga ngasi laporan??
Well, sebetulnya ada masalah non teknis di lapangan.
Oke, ayo dipetani alias di kupas tuntas ada apa aja di sini.

Sabtu lalu aku membayar satu tukang yang bisa dibilang contact person bagi rekan2 tukang lainnya (tetapi dia menganggap dirinya team leader, hebat yah?!) lebih dari biasanya. Ini gara2 si Bang Kosim iniii…enak banget ngomong minta bayaran lebih karena masalah Team Leader ini. Awalnya sih aku ngga setuju pas Ayah Azki memintaku mengeluarkan fee lebih untuk oknum BK ini. Tapi mungkin waktu itu lagi berbaik hati (mode dipaksakan, hihi), akhirnya keluar juga tuh kelebihan fee. Lho, fee yang minggu2 sebelumnya piye?? Ya ditambahkan saja.

Setelah beberapa hari perenungan, aku menganggap sudah dikadalin sama oknum BK ini. Kenapa?

Pertama, saat pekerjaan pasangan bata dimulai, tukangers tuh sering banget pulang jam 16.30. Ini jadi masalah karena waktu pekerjaan pembesian, pulangnya jam 17.00. Nah, ini mana yang benar? Pulang jam 16.30 atau 17.00?
Kalo emang kerjanya ampe jam 16.30, berani benerrr….minta tambahan fee.
Soo…pagi ini aku konfirmasilah ke so-called Team Leader itu. Begini kira-kira dialognya:

O (owner) : Sori ya, mau konfirmasi..sebetulnya jam kerja gimana sih, kok kadang jam 5, kadang kurang.

BK (bang kosim) : Ya normalnya sih setengah 5. Itu kemaren jam 5 juga karna ngabisin adukan.

O : Gini lho,,kemaren kan minta tambahan fee tuh…trus sekarang saya minta tambahan jam kerja. Gimana tuh?

BK : O ga bisa, sudah biasa di mana2 saya ngerjain juga pulang jam setengah 5. Pulang jam 5 juga karena kebijakan tukang (lho, bisa ya tukang bikin kebijakan??) karena ada kerjaan nanggung.

O : Di proyek di Jakarta, semua selesai jam 5.

BK : Begini. Saya di proyek sudah lama, sejak tahun 70-an.Kalo situ kan baru kemaren (kurang ajar, masalah senioritas nih)

O : (mode pasrah) ya udah deh, saya cuma nyampein komplennya Baba. Obrolan ini ntar saya sampein ke Baba. Semua keputusan ada di Baba.

What was the bottom line?
Tukang ini ga mau kerja ampe jam 5, tapi maunya bayaran dilebihin.
Solusinya apa?
Pecat, mungkin??

Masalah berikutnya adalah personality sebagai tukang yang sudah eksis selama puluhan tahun, yang suka sok berinisiatif dan ngeyel banget.
Kemaren dia pasang kongliong opening buat pintu WC. Jelas aja aku emosi tinggi. Kan aku bilang pintunya belum order, belum ada ukurannya. Bisa2nya bikin kongliong.

O : Ini kenapa kongliongnya dibuat?? Ukuran pintunya belum ada.

BK : kan pintu pepece (PVC). Lebar 740 biasanya mah

O : Pintu saya ga biasa!! Lebarnya 800!! Bongkar!!

BK : (ngeyel mode on) ntar aja mbongkarnya kalo pintunya dah datang. Pan ini propilannya dah dipasang

O : (menahan amarah) Pintu saya kusennya ga bisa dipasang sekarang, karena sudah finishing. Bukan kayak kusen lain yang masih harus dicat. Kalo rusak, gimana? Ini bata lanjutannya dibuat sesuai lebar opening. Bata yang udah terlanjur ntar di-chipping.

BK : Ya udah kalo gitu mah (menurut sajah)

Yah begitulah dialog owner-tukang yang cukup panas.
Oya ada juga dialog tentang rangka kuda-kuda.

BK : Pesen kayu bakal kap udah?

O : maksudnya? (terjadi gegar budaya dalam hal bahasa proyek)

BK : itu..rangka atap

O : Oh..belum. Belum tau tempat yg jual

BK : saya aja yang nyari. Duitnya separo dulu siniin

O : ngapain buru-buru? Pasang bata aja belum kelar. Kusen belum semua terpasang. Urugan masih bececeran. Mau taro mana??

BK : Noh di onoh (menunjuk satu lahan kosong)

O : Eh, enak aja balok saya ditaro situ. Kalo rusak, gimana? Kalo ilang, gimana? Nggak, nggak beli sekarang. Kerjain aja pekerjaan sekarang. Saya tau kapan harus beli balok (mode sok tau)

End of conversation. Mrs Owner yang cerewet dan Tukang yang ngeyel.

Kamis, 09 April 2009

Survey Material

Hari ini aku dan ayah Azki survey material ke Mitra10. Ini toko bangunan yang one stop shopping. Cukup enak juga tempatnya. tapi harganya belum tau juga karena belum dicompare ma toko lainnya.

Jadii..di sini tuh agendanya liat material, catet tipenya, dan intip pula harganya. Asyik deh di sini, bikin betah, hehe..

Nah,,apa sih yang kami survey?
- keramik. Ngincernya merk Platinum 40x40. Yang Roman outta budget :P
- Bak mandi fiber 55x55
- Kitchen sink yang single. Milih yang materialnya campuran karna lebih murah. Mau yang stainless?? harganya minimal 1 juta.

- PVC door untuk toilet.
- Handle pintu stainless steel hairline biar ga norak :P
- Kloset duduk. Ini harus ada tanya jawab ma penjaganya, masalah fittings, sparepart, garansi, dll. Maunya sih yang murah tapi sekeren TOTO :P

Baru itu doang sih..maunya ntar survey lengkap include cat, genteng, dan assesories rumah lainnya. Tentunya yang bisa bikin rumah kami nanti bener2 little home sweet home :)

Progress Hari Ini 9 April

Wah..telat nih laporan progres, bisa dimarahi penyandang dana, hehee..

Jadiii..memasuki minggu ke-3, progres rumah kami sudah memasuki tahap pemasangan bata. Yang dikerjakan antara lain:
- Pasangan Bata
- Loading material urugan (kami pakai brangkal, macadam, sirtu, dan pasir urug)
- Setting Kusen.

Oh ya ada cerita lucu tentang kusen. Menyangkut tukang kami yang penuh inisiatif itu tuuh.

Jadi ceritanya gini. Aku dan ayah Azki lagi survey material di toko bangunan Mitra 10. Eh..lagi asik2 lihat material yang lucu-lucu, tiba2 baba nelpon kalo kusen sudah datang semua. APA?Sudah datang semua?? Bukannya datangnya kalo kutelpon yak? Alhasil langsunglah kami terbirit-birit pulang.

Usut punya usut, ternyata Tukang in Chief nya yang ngedatengin supplier kusen, minta dikirim cepat. Wah wah.. overgesit banget yah bapak inih..Padahal kerjaan dia yang laen masih ada lho. misalnya, mindahin urugan, atau ngecor kolom.

Dan akhirnyaaa..di hari pencontrengan ini, itu para tukangs sudah pulang setengah jam lebih cepat. Bah!!!

Tukang in Chief ini emang hobi banget terburu-buru. sebelum perkara kusen, dia sudah menyuruh aku beli rangka kuda-kuda atap. malah minta uang buat DP.

Weitsss...enak aja nyuruh2. Kerjaan kolom aja belum kelar. Rencana aku kan, untuk material finishing serta rangka atap itu surve harga dulu. baru ntar pas udah pasang ring balk, order deh. Gitu Lhoh Paak..emangnya sampeyan punya lahan buat naruh material? Capex Deks..

Minggu, 05 April 2009

Side Job Mommy Azki

Tadi siang mbantuin temen ayah ngukur rumah. jauh, di bintaro jaya.
ngerjainnya bareng temen ex-CCM dulu.

Ternyata rumahnya gede banget. ada 6 kamar. 2 tingkat. rumah ini pengembangan dari tipe 45. Hmm..looks so gorgeous, tapi ada kelemahan di struktur terutama pembalokan. masa balok void dibuat segedhe balok janggutan. ah, ngarang dot kom juga nih yang ngrancang.

Kata suaminya mbak Yoke, yang punya rumah, pengembangan rumah dikerjakan selama 2 tahun. wah, terlhalhu!! 2 tahun itu Agung Podomoro bisa bikin 1 tower apartment!! Kalo aku punya tukang bikin rumah 6 bulan ga kelar, dipecaaat aja dehh. eh tapi tergantung luas bangunan juga.

Eits. tapi aku ke sini bukan untuk mengurusi masalah struktur yang sudah stadium 2 ini. tapi untuk mengukur luas bangunan.

Dalam mengukur luas bangunan,, kita harus mencari titik PINJAMAN, yang kita pake buat patokan atau titik berangkat pengukuran. Di rumah mbak Yoke ini, aku dan partner mengambil garis as dinding yang berbatasan dengan tetangga. Oya, rumah ini adanya di sudut kapling. jadi di sisi satunya kita anggap sebagai buangan.

Gampang2 susah sih, ngukur gini. yg bikin riweuh itu, di lahan buangan, posisi dindingnya miring, ga tegak lurus dengan garis pagar. Akhirnya improvisasi deh, hehe...

Karena rumahnya luas, so kami minta pengukuran dilakukan minimal dua sesi, minggu ini dan minggu depan. minggu ini ngukur lantai dasar, minggu depan berangkat ke lantai 2.

Jadi, minggu depan Azki nemenin ibu kerja lagii!

Jumat, 03 April 2009

Metode Pembayaran Jasa Tukang

Metode..
wah, bakal serius nih postingannya. Eits,,ngga doong. Tetap dikemas dengan bahasa yang asyik dan sesuai dengan judul link, Construction for Dummies, hihihi..

Semalam ayah mengajukan tawaran mengubah metode pembayaran tukang, yang semula dibayar tiap hari sabtu, menjadi borongan per progress. Ini ngajuin ide beginian setelah dapet bisikan gaib mana nih? ternyata dari engkong. Tujuannya sih baek,,bayarannya borongan, jadi si owner ga perlu repot2 tiap hari ngedrop duit, ngedrop rokok, etc etc.

Trus ide ini diteruskan ke pak trisno, someone who helps us to supervise our project. Dia setuju aja, kalo untuk mengurangi kerepotan2 dalam hal ngedrop hal2 tadi.

Laluuu, ide inii diteruskan ke Baba. Tak disangka, baba menolak. intinya yaa, kalo dari awal kontraknya sudah bayaran per minggu, ya konsisten dong. apalagi kinerja tukang ga da masalah. everything is under control laah. Menurut Baba, ide setiap orang tuh ga bisa diterima gitu aja, apalagi ide ini didapat setelah pekerjaan dimulai. ga etis buat tukangnya.

Well,,setelah sebelumnya euforia pengen borongan, akhirnya mengerut lagi dan balik ke pembayaran sabtuan.

Sebetulnya ga masalah sih upah borongan. menurut aku gini yaa, dengan upah borongan:
- owner harus tau nilai projectnya berapa, untuk menentukan besaran upah
- owner harus tau kualitas hasil kerja tukang kaya apa, jadi dengan nilai yang udah disepakati ga ada rasa kecewa setelah asa konstruksi usai
- pekerja bisa aja cuma ngejar progress, kualitas diabaikan. teteup aja owner harus mantau.
- owner harus pinter2 menentukan durasi per progress. apakah proporsinya 35% - 35% - 30% progress. atau ditentukan per item pekerjaan, misalnya, bayaran pertama kalo pondasi udah kelar.
- tukang setidaknya punya biaya operasional pribadi sebelum upah dibayarkan.
- owner ga harus keluar ongkos makann, gorengan, rokok, kopi,,untuk tukang,,karena semua itu sudah dicover oleh asuransi,,eeeh...upahnya.

Yaa,,kira2 begitulah opini haari ini ttg upah borongan.

Progress Hari Ini 4 April

Pfuii..ngasi laporan juga hari ini. Kemaren2 emang masih agak gondok (kurang unsur I waktu masih kecil, qeqeqe..) gara2 kolom yang lari-lari itu. Therefore musti sedikit ikutan kreatif kaya pak tukang, mencari solusi ubah denah.

Yuhuu...dapurku jadi kuecilll. 2x2 meter persegi. Walahh, bisa masak apa dengan dapur semini ini? Mau lihat? mau? mau? ntar yaa, di ABD ajah, alias As Built Drawing. Masa dikit2 ngeluarin gambar baru..mending kalo pake CAD. lha ini nganggo driji jeh,,serasa balik ke studio tingkat 2.

Sbetulnya cara penyelesaian kasus kolom lari2 ini simpel, tapi aku ga yakin tuh sesuai dengan dogma matkul Prinsip Struktur dan Konstruksi nya dosen aku dulu..hehe,,emang jangan dibandingin Bos, kuliah ama lapangan!!! juauuuh..

Lhah ntar kalo mau ditingkat, kumaha atuhhh? yeah..kita konsul sajah sama Akungnya Azki.

Yak, jadi hari ini ngapain itu para crew di site? dua hari ini pada ngurusin sloof. Kemaren pembesian. hari ini ngecor. Ayah Azki belanja paku, kawat beton, dan tripleks lagi tuh. ternyata butuh tripleks buanyak banget, spend more than 500rb. Boohoohooo.....ah tapi tak apa, asal bisa dipake untuk bikin bekisting kolom, kolom praktis, dan ring balknya ntar. dan sapa tau akhir proyek bisa dikiloin, hihihi...maunya sih didempul trus dibikinin pintu lemari dapur, kalo masi memungkinkan. isn't it good?

Setelah disawang-sawang (dilihat-lihat), kok peninggian peilnya seperti overdosis yak. 50 cm bo!
Ngurugnya pake apa nih? Hmm. sebetulnya sudah disuruh engkong ngangkut brankal (bhs Betawinya: Kuin. Ga kompatible gitu bahasanya). Well,,karena site belum siap menampung ya tunda dulu lah itu brankal, walopun itu engkong kayanya udah kaga sabar membersihkan areanya dari brankal.

yuk ah, lanjut ngecoorr..

Selasa, 31 Maret 2009

A Very Important Lesson for Me

tadi sore aku pergi ke tempat kusen.yaa..untuk bayar DP ke-2. sekalian memberi tau perubahan desain.

Habis tu, mampir bentar ke site rumah. pekerjanya cuma ada 3. Yang satu lg sakit gigi katanya.
Iseng2 patroli, lihat ternyata sedang bikin dudukan sloof dari bata. Tapii...ada yang aneh. Kok ada 2 kolom yang berdekatan yaa? menurut dessainku, jarak kolom minimal 3 m, dan modul berikutnya adalah dengan jarak 4 m. Setelah diukur, ternyata memang buanyak banget perubahan titik pondasi.

Arghhhhhh...
Kolom kok bisa lari-lari gini sih??
Tukangnya kreatif banget sih??
Ownernya kok meleng sih??

Ah sedikit jengkel juga aku.
Dengan begini, kan jadi boros material low structure.
Jadi ngegeser jendela
Jadi nambahin kolom praktis

So, pelajaran untuk pembangunan berikutnya:
Jangan pernah lupa untuk mengecek posisi titik pondasi
Owner/Perencana harus ada di site saat penggalian titik pondasi
Sesuaikan dengan gambar terbaru
Kalo ada perubahan gambar, pastikan tukang tidak lagi menyimpan gambar lama. (tukang aku sok teuuu...masih juga gambar lama dia bawa-bawa,,dijadiin jimat kali)

Ah sudahlah, kompromikan saja ntar desain denah dan fasadenya.
Untung rumah tinggal
bukan bangunan publik
dan yg lebih bagus lagi, untuk aku ga minta bongkar. (biasanya kan begitu kelakuan di proyek)

tukang aku nih emang sudah dua kali ngeyel
pertama, disuruh kerja paralel -pembesian dan penggalian- ngga dikerjain
kedua, iseng banget ngusulin pintu utama dijadiin double door
yang terakhir ini, kreatif banget ngubah2 titik pondasi

Beughh...

besok2 kalo ada ngeyel lagi, ra ono bonus akhir proyek. ben!!

Senin, 30 Maret 2009

Progress Hari Ini 31 Maret

Cerita mengenai kemaren saja ya..

Kemarin pengecoran pondasi telapak sudah kelar. hebat euy, dua hari 15 titik pondasi sudah dicor. Ini karena ngerjainnya keroyokan, ada tukang resmi dan yang tidak resmi. Kemarin juga belanja semen 5 sak. Untuk bikin lantai kerja. semoga saja cukup, atau kalo ga ya nambah dikit laah..

What next? Selanjutnya adalah membuat sloof. Tapi sebelumnya area yang mau dipasang sloof harus di-lot dulu. lalu pasang dudukan dari batu bata. Besi sloof sudah siap sejak minggu lalu. it means, semua material kira-kira sudah memadai untuk pekerjaan hari ini. semoga aja split dan pasir yang tersedia bisa dipake sampe pengecoran kolom struktur kelar.

Hari ini aku berencana datang ke bengkel kusennya pak Suwardi di deket Pintu Air. Ada perubahan dikit mengenai bentuk kusen dan openingan lain. semoga perubahan ini bisa menekan harga.

Selain ngurusin kusen, hari ini juga aku mau mereka-reka bentuk fasade. Gilee, hari gini kok belum bikin fasade. Umm..tapi dah kebayang sih, konsepnya. Yaah..tipikal rumah-rumah minimalis yang ada di majalah Housing Estate gitu deeh. Ini majalah aku suka banget isinya. Tentang properti, ga melulu arsitektur. tapi mix antara art, teknologi material, dan marketing.
Bahasanya juga gampang dicerna, kayaknya editornya well-educated deh. hehe..

Ya wes laah, back to work!!

Minggu, 29 Maret 2009

Progress Hari Ini 29 Maret

Hari ini penggalian selesai. Rencananya sih mau ngecor lantai kerja. Oya, berkaitan dengan kedatangan akungnya Azki, ada beberapa perubahan nih untuk desainnya.

Pintu masuk yang awalnya menghadap barat, dipindah sehingga menghadap utara. Lalu facade depan diolah agar ga datar2 aja itu temboknya. Hmm..ya itu aja kali ya, perubahan minor.

Hari ini ada belanja material lagi nih. semen, ember, dan nge-DP-in opening (jendela dan pintu).
Ternyata mahal ya urusan perkayuan ini. dengan 4 pintu dan 4 opening untuk jendela, habisnya sudah 11 juta. Pake kayu kamper, dengan alasan durability. Sebetulnya ya masih ada jenis kayu lain yang lebih bagus, misalnya sungkai, bangkirai, atau jati. tapi jika mempunyai limited budget meanwhile mau bagus, ya ambillah kamper oven. Yang oven lho, biar ga gampang muai-susut.

Hmm, itu dulu progres siang ini.

Sabtu, 28 Maret 2009

Progress Hari Ini 28 Maret

Hari ini pekerjaan sudah masuk ke penggalian pondasi. Alhamdulillaah..sementara itu masih juga dilakukan pembesian. cuma bikin begel sih, karena tulangan untuk kolom dan pondasi sudah jadi dari kemarin.



Pondasi rumah kami memakai jenis cakar ayam. Hiperbola ya, sebetulnya lebih tepat dibilang pondasi telapak dimensi 50x50 cm. Ada 12 titik pondasi di sini. Yang agak berbeda dari segi bekisting, bekisting untuk telapak menggunakan batu bata. yaa,,kalo pake tripleks, ntar lama, musti nyabut. kalo pake batu bata kan tinggal timbun saja kalo dah kelar.


Oh ya, hari ini bayaran para tukang. di sini biaya tukang rata-rata 60 ribu per hari, dan untuk keneknya 40 ribu per hari. Itu tidak termasuk uang ngopi dan rokok.


Kamis, 26 Maret 2009

Ada Job Lagi

Hari ini ayah Azki memberi kabar bahwa ada rekan kantornya mau pake jasaku. Jasa apakah itu??

Ternyata jasa pengukuran rumah. Lho, rumah?bukannya lahan? iya nih, agak istimewa. karena si empunya rumah mau ngurus IMB. Nah, ngurus IMB kan harus ada gambar perencanaan. Yaah, begitulah. katanya sih developernya ada masalah gitu secara hukum, so IMB ga diserahkan ke pemilik rumah.

Ah ya wes lah,, untung aja developernya kena kasus, akunya jadi dapet rejeki, hehee...Ceritanya ntar aja yaa, ini masih introduksi aja.

Rabu, 25 Maret 2009

Progress Hari Ini 26 Maret

Pagi tadi ke site. Dan ternyataa..belum juga memulai penggalian. Euh..kapan yaa?
Kerjaan hari ini masih pembesian pondasi dan kolom utama. Ya..kapan mo kelar cepet kalo tukangnya cuma 2??

Anyway, pak trisno ngasi kabar, masih dibutuhkan besi 10 kira-kira 54 batang lagi. dan itu insya Allah kelar lah sampe pembalokan atas (ring balk). Yah, moga-moga ya..

Semaleman aku ngerjain denah baru. ini karena ayah Azki meminta perluasan area kamar dan ruang tamu. Ada untungnya juga perluasan ini. Titik pondasi jadi lebih teratur secara grid. Bentuk atap juga ga berubah dari keinginan semula. Oke, gambar baru ini sudah didistribusikan ke tukang.

Tadi pagi nyari info soal kusen pintu dan jendela. opening ini rencananya mau designed by owner saja. Tapi ternyata setelah konsul sama Cing Sapar, ada yg harus dibenahi juga nih tentang dimensi kusen. Hmm..a lil bit busy hari ini. kok kaya sedang ngerjain tugas studio tingkat 2 sih??

Senin, 23 Maret 2009

Progress Hari Ini 24 Maret

Sudah dua hari ini kerjaan di site cuma pembesian. Pembesian ini adalah merangkai besi untuk dijadikan tulangan sloof dan pondasi telapak.

Sebetulnya aku sudah ngeyel untuk meminta pekerjaan pembesian dilakukan paralel dengan penggalian. tapi kayanya ga mempan deh..

Ya suwd, semoga aja bisa lebih cepat besok2nya, alias Kurva-S nya bisa plus.

Kemarin ternyata ada material yang kurang, yaitu kawat beton. Fungsinya adalah untuk mengikatkan begel 8 mm dengan tulangan utama yang 10 mm.

perkirann untuk tulangan pondasi dan sloof, kami perlu 10 kg kawat beton, yang per kg harganya Rp 17000.

So far, menjelang penggalian ini, semua material sudah terkumpul:
Besi 8 dan 10 mm
Kaso 4/6
paku 5/7
Papan bekisting
Papan bowplank
Benang lot
kawat beton

Seksi Konsumsi

Jadi seksi konsumsi untuk tukang, apalagi untuk beginner, bisa jadi merepotkan. setelah melakukan percobaan sendiri dengan minimnya referensi, hasil trial and error dalam hal mengurusi tukang adalah sebagai berikut:

1.Hari pertama, aku memberi uang rokok untuk rokok merk Djarcok, alias Djarum coklat sesuai request si tukang. Yang kutau, djarcok ini harganya Rp 6000 per bungkus. Jatah rokok adalah 1 bungkus per tukang per hari. Karena ada 2 pekerja, kukasi Rp 12000. ternyata diminta Rp 13000. Oke, dikasi

2.Masih di hari pertama. Aku membayar uang gorengan Rp 2000. Untuk 2 orang pekerja.

3.Pagi hari di hari kedua, aku mendatangi warkop alias warung kopi, ngurusi pembayaran kopi 2 hari terakhir ini. ternyata diminta Rp 13500. Di atas perkiraanku, karena ada pekerja yang minta diberi kopi spesial. Oke, dibayar.

4.Masih di pagi hari kedua, aku iseng2 beli rokok di agen depan site. Belinya yang satu dus isi 10 bungkus, sehingga per bungkusnya menjadi seharga Rp 5600. Oke, berarti kemaren kebanyakan ngasi uang rokoknya.

5.Pagi ini si kenek bilang bakal dateng 3 pekerja. Langsung aja aku bilang sama yang punya warkop, sekalian mbayar. And guess what? menjelang break jam 12, ternyata cuma ada 2 tukang. Hikss...mereka bilang, penggalian besok saja. Haaah....

Kesimpulan: Mungkin akan lebih baik kalo aku ngasi uang kopi dan snack saja, harian. Untuk rokoknya aku belanja sendiri, trus tiap hari nge-drop ke tukang. Cara ini juga tidak mengurangi mutu makanan kok, sama aja. Setelah dikalkulasi, memang cara ini lebih hemat dibanding membayarkan apa yang sudah dimakan tukang di warung kopi. karena emang ada aja tukang yang iseng2 mencomotnya kelebihan, jadi si penjaga warkop nagihnya ke aku.

wahhh..bisa gulung tikar nih ownernya cuma gara2 gorengan, hehee...

@ Kasi uang mentah saja, biarkan pekerjanya mengatur sendiri.
@ Atau, beri saja makanan yang sudah jadi, so ga perlu beli2 lagi.
@ jangan pernah membayar di akhir hari. bisa2 tagihan membengkak karena si pekerja rumongso gratis mencomot-comot makanan.

Manajer Konstruksi Rumah Tangga

Kerjaan baruku hingga 2 bulan ke depan adalah mengatur cash flow anggaran pembuatan rumah, nambahin pernik2 desain rumah, memantau material apa yang harus dibeli, membuat tabel progress kerjaan, membayar tagihan kopi-rokok para tukang. Ribet yah?

Lumayan ribet untuk beginner seperti aku. Nyaris sendirian pula. kalo pas weekdays kan ayah Azki ngantor. otomatis aku yang musti rajin ngecek. Ah, bukan pekerjaan yang asing kok, hanya lebih kecil aja skalanya. dulu 28+3 lantai, sekarang 1 lantai. Turun pangkat? ya jelas ngga, wong yang skarang ini punya pribadi (tanahnya minjem ding, ke Baba, hehee).

Urusan ngitung cash flow, aku ngga sendirian kok. Nih ada asistenku:



nona kecil ini yang akan menghitung pengeluaran kami. hehe..pinter yak? that's why we call her ADZKIA.

Belanja Material sesi I

Hari ini dimulai belanja material bangunan untuk rumah The Maliki's. Sebetulnya sudah beli bata minggu lalu. pesen 1 truk dulu, 9000 bata. di sini 1 bata harganya 275 rupiah. Tips beli bata: belilah pas musim panas. murah.

Nah, tadi siang beli besi dia-10 dan dia-8. untuk bikin sloof. Rencananya senin depan mau ground breaking (ceileh..kaya bikin apartment aja sih). Sembari penggalian, sembari pembesian juga.

Oya, ada perubahan rencana denah. yang previously designed itu secara finansial ga kuat euy. ya sudah, dibuatlah yang mungil tapi menarik.

Trus tadi pas ngitung volume besi, sempat teleconfrens sama akungnya Azki. Perihal ukuran besi dan ukuran sloof. ukuran kolom struktural juga. akhirnya didapat kesimpulan, kita pakai 2 tipe sloof, tepi dan dalam. Untuk sloof tepi, dimensinya 15/25, dengan tulangan 4 kali dia -10 dan 2 kali dia -8. Ini yang dia -8 sebagai tulangan ekstra. trus begelnya pake dia -8 jarak 150 mm.


Trus kolom strukturalnya pake ukuran 15/20, tulangannya persis dengan sloof. Pondasinya pakai telapak 50x50. oya, ini ngga pake pondasi batu kali. pakai sloof gantung saja.

Hmm...baru pertama kali ini ngurusin pembangunan rumah. biasanya kan nongkrongin high rise building, which was very different.

Okelah, ntar dicritain deh sesi berikutnya.